Mengenalmu bukanlah inginku
Mengenalmu begitu lengkap rasaku
Mengenalmu awalnya tak bermakna
Menegnalmu kini penuh derita
Menyesal telah siakanmu dulu
Menyesal tiada kepalang, tiada menentu
Menyesal seperti halnya galau
Menyesal kiniku setelah mata melihatmu
Ini bukan puisi
Sekedar pelipur, bukan kapur, ingin menghibur, walau kataku ngawur
Namun dia begitu nyata ada
Begitu menyiksa sukma
Andai waktu bisa kembali
Inginku ikat dirimu
Karna ini sudah terjadi
Ahhh... menyesalnya diriku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar