Jangan ngomong kalau tadi kau pilih partai
lain demi menghindari calon wakil rakyat atau
pemimpin yang tak berpihak pada rakyat jangan takut
dimusuhi diancam apalagi dipukuli karena kau telah
menerima kaos sabun mandi beras gula dan kopi
jangan cemas sebab memilih adalah hak kamu untuk
menentukan yang terbaik dari yang terburuk
Yakinlah roda becak roda angkot dan roda glodok
mulungmu lebih berharga dari kursi yang mereka
perebutkan hari ini yakinlah kursi reot di rumahmu
atau kursi kering di kantormu lebih berharga dari
kursi yang mereka perebutkan hari ini jadi jangan
lagi kompromi dengan mereka yang pura-pura bijaksana
kalau akhirnya akan mencabik-cabik dan membunuh
aspirasi kita
Sekarang buka mata buka telinga membaca yang bijak
pilih yang berakhlaqul qarimah dan ingat kalau
kau memilih warna jangan lupa keberanian kalau
kau memilih angka jangan lupa kepribadian sebab
antara warna dan angka tersembunyi watak negarawan
dan bajingan juga pahamilah bahwa kehancuran
republik ini karena kemarin kita telah salah
memilih mereka yang diyakini mampu memimpin
diam-diam telah bersekutu dengan penghianat dan jin
Antara koruptor maling penipu dan pembunuh kerjasama
dengan para penegak hukum antara perampok pemerkosa
dan pecundang kongkalingkong dengan wakil-wakil rakyat
akhirnya kita jadi keledai tersaruk-saruk di bawah
kekuasaan yang tergadai sekali lagi pahamilah
bahwa kekayaan kesederhanaan kemiskinan dan
ketertindasan sementara menjadi nasib kita
sedangkan partai jabatan dan kekuasaan adalah milik
mereka jadi kita harus mengerti siapa jembatan yang
merakyat dan siapa jembatan yang melaknat dan kita
juga harus mampu membaca mana simbol rakyat dan
mana simbol laknat sebab perjalanan indonesia lalu
adalah guru penguasa yang tidak punya malu
Nadhifah Ardhinata
Kamis, 20 Februari 2014
Minggu, 16 Februari 2014
KEHILANGAN
Hati kini sepi tanpa ada sosokmu
jiwa ini terasa lemas tanpa kehadiranmu
hanya tetesan air mata yang menemaniku
disaat aku harus siap kehilanganmu
Tahukah kamu bahwa aku merindukanmu
rindu yang sangat menggangguku
aku tak kuat menahan salam perpisahan darimu
karena ku takut kehilanganmu
Sosok ketenangan yang selalu mendukungku
kini tak akan ada lagi di jalan hidupku
kini akan pergi sejauh jauhnya dariku
hingga mungkin tak ada harap lagi untukku
Aku telah kehbilangan
kehilangan seseorang yang ku sayang
aku akan mengingatmu wahai penyemangatku
karena ku tahu bahwa dirimu juga akan mengingatku
jiwa ini terasa lemas tanpa kehadiranmu
hanya tetesan air mata yang menemaniku
disaat aku harus siap kehilanganmu
Tahukah kamu bahwa aku merindukanmu
rindu yang sangat menggangguku
aku tak kuat menahan salam perpisahan darimu
karena ku takut kehilanganmu
Sosok ketenangan yang selalu mendukungku
kini tak akan ada lagi di jalan hidupku
kini akan pergi sejauh jauhnya dariku
hingga mungkin tak ada harap lagi untukku
Aku telah kehbilangan
kehilangan seseorang yang ku sayang
aku akan mengingatmu wahai penyemangatku
karena ku tahu bahwa dirimu juga akan mengingatku
DIA
Ya dia..
Yang membuat hidupku selalu berwarna
Entah mengapa perasaan itu tiba - tiba muncul
Padahal aku tidak memintanya
Matanya..
Sayu dan indah
Terpesona aku dibuatnya
Jika ia tertawa
Senyumku pun mengembang
Perasaanku tak menentu
Jika ia melihatku
Hatiku terasa ingin meledak
Menumpahkan semua isi hatiku untuknya
Yang membuat hidupku selalu berwarna
Entah mengapa perasaan itu tiba - tiba muncul
Padahal aku tidak memintanya
Matanya..
Sayu dan indah
Terpesona aku dibuatnya
Jika ia tertawa
Senyumku pun mengembang
Perasaanku tak menentu
Jika ia melihatku
Hatiku terasa ingin meledak
Menumpahkan semua isi hatiku untuknya
MY FELL
Merasakan..
Satu getaran yang tak pernah ku temukan..
Dalam aritmatika maupun geometri
Selalu mampu mengombang-ambing diri tak bersalah
Tidak! Aku harus menjauh
Tapi hati mengelak untuk tidak membuang..
Potongan puzzle yang tak berguna ini
Oh, diamlah!
Apa dosaku, hingga getarannya semakin mengganggu tentram hidupku?
Apakah aku terhalusinasi, agar ia tampak seperti bukan sampah?
Dia terlihat bak kail pancing yang manis namun begitu tajam
Walau memang dalam realita, aku mengagumi
Ialah tetesan hujan yang lama dinanti
Ia datang bukan dari hitungan rumit aljabar..
Ataupun dari hukum archimedes..
Tapi ia akan hadir disini, disaat mulai menyadarinya
Satu getaran yang tak pernah ku temukan..
Dalam aritmatika maupun geometri
Selalu mampu mengombang-ambing diri tak bersalah
Tidak! Aku harus menjauh
Tapi hati mengelak untuk tidak membuang..
Potongan puzzle yang tak berguna ini
Oh, diamlah!
Apa dosaku, hingga getarannya semakin mengganggu tentram hidupku?
Apakah aku terhalusinasi, agar ia tampak seperti bukan sampah?
Dia terlihat bak kail pancing yang manis namun begitu tajam
Walau memang dalam realita, aku mengagumi
Ialah tetesan hujan yang lama dinanti
Ia datang bukan dari hitungan rumit aljabar..
Ataupun dari hukum archimedes..
Tapi ia akan hadir disini, disaat mulai menyadarinya
MALAIKAT CINTA YANG BUTA
Hening dalam kesendirian mendapati ku dengan sesosok buta yang bersayap
Nampak,mengepak dalam ketakutan yang menjelma
Ia seorang malaikat membawa pelita namun buta
aku mengaguminya,mengibas asa dalam hati untuk memilikinya
Namun ,tidak…
aku hanya manusia dalam dunia yang berbeda
dan kau adalah malaikat yang tak pernah bisa melihat bahwa aku slalu ada
kau slalu menyanyikan lagu pelangi bersama biola yang kau miliki
membuatku gersang meringkis dalam kepiluan
ingin rasanya aku menyatukan dua warna yang berbeda menjadi satu yang sama
mengibaratkan aku adalah merah,kau adalah biru
dan kita melebur menjadi ungu
Namun,tidak…
kau malaikat dengan sayap yang membentang di dua penjuru
ironis memang,aku mencintaimu di dunia yang sama namun dalam sisi yang berbeda
kau buta,,kau tak pernah bisa melihat ku,
tak pernah lihat ketulusan ku,tak pernah lihat kesungguhan ku,tak pernah lihat air mataku
betapa sakitnya aku mencintaimu,,,
ingin aku menjadi sesosok bidadari agar aku bisa menjadi pasanganmu
Namun,tidak…
aku telah terlena dengan segalanya tentang dirimu
mungkin aku benar-benar jatuh,walau kau tak meminta itu
pelita itu milik mu untuk ku
namun ku tak pernah tau makna dari cahaya itu
kau buta hanya dalam hal cinta tentang diriku
Nampak,mengepak dalam ketakutan yang menjelma
Ia seorang malaikat membawa pelita namun buta
aku mengaguminya,mengibas asa dalam hati untuk memilikinya
Namun ,tidak…
aku hanya manusia dalam dunia yang berbeda
dan kau adalah malaikat yang tak pernah bisa melihat bahwa aku slalu ada
kau slalu menyanyikan lagu pelangi bersama biola yang kau miliki
membuatku gersang meringkis dalam kepiluan
ingin rasanya aku menyatukan dua warna yang berbeda menjadi satu yang sama
mengibaratkan aku adalah merah,kau adalah biru
dan kita melebur menjadi ungu
Namun,tidak…
kau malaikat dengan sayap yang membentang di dua penjuru
ironis memang,aku mencintaimu di dunia yang sama namun dalam sisi yang berbeda
kau buta,,kau tak pernah bisa melihat ku,
tak pernah lihat ketulusan ku,tak pernah lihat kesungguhan ku,tak pernah lihat air mataku
betapa sakitnya aku mencintaimu,,,
ingin aku menjadi sesosok bidadari agar aku bisa menjadi pasanganmu
Namun,tidak…
aku telah terlena dengan segalanya tentang dirimu
mungkin aku benar-benar jatuh,walau kau tak meminta itu
pelita itu milik mu untuk ku
namun ku tak pernah tau makna dari cahaya itu
kau buta hanya dalam hal cinta tentang diriku
KEMATIANKU
Sepi sunyi ku nantikan
di malam itu ku mendengar nyanyian jangkring
hembusan angin dari ufuk barat
dan ku melihat bunga berjalan dengan kekasihnya
Ku termenung
ku menangis
ku beresedih
mengapa ?
Manusia tak sadar
tak sadar atas segala kesalahan yang di perbuat
sementara rasuk memeperjuangkan semuanya
menumpahkan darahnya untuk berjihad, sampai mati syahid
Tumbuhan , hewan
bahkan anggota tubuhpun
hanyalah saksi bisu kelana
tak mampu berbuat apa-apa
Ketika ku berada pada suatu tempat
tempat yang amat menyeramkan
gelap gulita !
aku di timbun, di bawah tanah merah
Sendirian , sendirian !!
kakak, adik, sahabat bahkan teman-temanku
tak menemaniku
hanya hewan yang menjijikkan, hanya itu !
Saat itu
manusia tak berwajah bertanya padaku
segala pertanyaan di lontarkan
segala pukulan di keluarkan
Tapi apa ? tak mampuku menjawab
bibirku diam membungkam
tak mampu berbuat apa-apa
seakan tak mampu membantah
Kini.. bulu tanganku, kakiku, bahkan rambutku
memberitahukan semuany
membocorkan semua rahasiaku
selama aku hidup
Aku bersedih , aku menangis, aku berteriak
ibu.. ibu.. ayah.. ayah..!!
tolong aku. aku di pukul oleh manusia rak berwajah
tapi apa? mereka tak mendengar apa-apa
Biasanya ibuku selalu membelaku saat aku di hardik orang
ayahku membelaku saat aku di cela orang
tapi saat itu mereka tak ada
di situlah aku selalu di pukul dan di rajam berkali-kali
Pedihnya siksa kubur
panasnya api neraka
seandainya waktu bisa di ulang
aku akan bertobat padamu ya allah
Aku menyesal..
melakukan segalanya mealawan orang tuaku, menghardik orang miskin
bahkan melakukan zina pada waktu itu
Sakit.. sakkit..
ampun.,.
Aku ini manusia hina
Yang berdiri di muka bumi ini
dan aku sadar bahwa aku
manusia bo.. doh..
di malam itu ku mendengar nyanyian jangkring
hembusan angin dari ufuk barat
dan ku melihat bunga berjalan dengan kekasihnya
Ku termenung
ku menangis
ku beresedih
mengapa ?
Manusia tak sadar
tak sadar atas segala kesalahan yang di perbuat
sementara rasuk memeperjuangkan semuanya
menumpahkan darahnya untuk berjihad, sampai mati syahid
Tumbuhan , hewan
bahkan anggota tubuhpun
hanyalah saksi bisu kelana
tak mampu berbuat apa-apa
Ketika ku berada pada suatu tempat
tempat yang amat menyeramkan
gelap gulita !
aku di timbun, di bawah tanah merah
Sendirian , sendirian !!
kakak, adik, sahabat bahkan teman-temanku
tak menemaniku
hanya hewan yang menjijikkan, hanya itu !
Saat itu
manusia tak berwajah bertanya padaku
segala pertanyaan di lontarkan
segala pukulan di keluarkan
Tapi apa ? tak mampuku menjawab
bibirku diam membungkam
tak mampu berbuat apa-apa
seakan tak mampu membantah
Kini.. bulu tanganku, kakiku, bahkan rambutku
memberitahukan semuany
membocorkan semua rahasiaku
selama aku hidup
Aku bersedih , aku menangis, aku berteriak
ibu.. ibu.. ayah.. ayah..!!
tolong aku. aku di pukul oleh manusia rak berwajah
tapi apa? mereka tak mendengar apa-apa
Biasanya ibuku selalu membelaku saat aku di hardik orang
ayahku membelaku saat aku di cela orang
tapi saat itu mereka tak ada
di situlah aku selalu di pukul dan di rajam berkali-kali
Pedihnya siksa kubur
panasnya api neraka
seandainya waktu bisa di ulang
aku akan bertobat padamu ya allah
Aku menyesal..
melakukan segalanya mealawan orang tuaku, menghardik orang miskin
bahkan melakukan zina pada waktu itu
Sakit.. sakkit..
ampun.,.
Aku ini manusia hina
Yang berdiri di muka bumi ini
dan aku sadar bahwa aku
manusia bo.. doh..
Puisi Menyesal
Mengenalmu bukanlah inginku
Mengenalmu begitu lengkap rasaku
Mengenalmu awalnya tak bermakna
Menegnalmu kini penuh derita
Menyesal telah siakanmu dulu
Menyesal tiada kepalang, tiada menentu
Menyesal seperti halnya galau
Menyesal kiniku setelah mata melihatmu
Ini bukan puisi
Sekedar pelipur, bukan kapur, ingin menghibur, walau kataku ngawur
Namun dia begitu nyata ada
Begitu menyiksa sukma
Andai waktu bisa kembali
Inginku ikat dirimu
Karna ini sudah terjadi
Ahhh... menyesalnya diriku
Mengenalmu begitu lengkap rasaku
Mengenalmu awalnya tak bermakna
Menegnalmu kini penuh derita
Menyesal telah siakanmu dulu
Menyesal tiada kepalang, tiada menentu
Menyesal seperti halnya galau
Menyesal kiniku setelah mata melihatmu
Ini bukan puisi
Sekedar pelipur, bukan kapur, ingin menghibur, walau kataku ngawur
Namun dia begitu nyata ada
Begitu menyiksa sukma
Andai waktu bisa kembali
Inginku ikat dirimu
Karna ini sudah terjadi
Ahhh... menyesalnya diriku
Langganan:
Komentar (Atom)